Kamis, 28 Mei 2020
Senin, 25 Mei 2020
Dibalik awan mimpikah?
Mereka menyembunyikan tanya
Pentingkah kedatangannya di sana
dan haruskah sebanyak itu barisannya
Tanya kerumunan urung terjawab
Karena matanya hanya melihat raga
Yang dipinjam oleh jelita fajarnya
Untuk menjemputnya serta
Yang dipercaya oleh kedalaman hatinya memainkan melodi indah di sana
Cara yang tak ingin envision khalayak
Di tempat yang orang tak pernah tahu
Negeri dongeng yang memantulkan
Bias-bias suara arti kebebasan
Yang dilukis tanpa berbingkai
Di dekat bening aliran sungainya
Yang meliuk liuk dari bukit hijau
Tempat imaginasi sang maestro
Memainkan senyawa rupa berbalas
Menatap para bidadari-bidadari
Mewadahkan saji dalam cawan-cawan
Mencantikkan sejuknya alam
Yang sedang ditaburi wewangian
Oleh mekarnya bunga -bunga alam.
Dari tempat yang tinggi ia memandang
Dan raga yang dipilihnya mewadahkan
Kisah daun daun itu bukan untuk siapa
Karena ia tak ingin bicara tentang ini.
Yang dipinjam oleh jelita fajarnya
Untuk menjemputnya serta
Yang dipercaya oleh kedalaman hatinya memainkan melodi indah di sana
Cara yang tak ingin envision khalayak
Di tempat yang orang tak pernah tahu
Negeri dongeng yang memantulkan
Bias-bias suara arti kebebasan
Yang dilukis tanpa berbingkai
Di dekat bening aliran sungainya
Yang meliuk liuk dari bukit hijau
Tempat imaginasi sang maestro
Memainkan senyawa rupa berbalas
Menatap para bidadari-bidadari
Mewadahkan saji dalam cawan-cawan
Mencantikkan sejuknya alam
Yang sedang ditaburi wewangian
Oleh mekarnya bunga -bunga alam.
Dari tempat yang tinggi ia memandang
Dan raga yang dipilihnya mewadahkan
Kisah daun daun itu bukan untuk siapa
Karena ia tak ingin bicara tentang ini.
Selasa, 19 Mei 2020
Walau Engkau Jauh
Bagaimana lagi
Untuk bisa katakan
Inti dan maksud hati
Dengan lukisan beku
Saat tanpa getar nada
Hingga tiba barisanmu
Yang datang menjadi satu
Simphoni terindah menyapa
Hingga jari ini dapat memulai
Bergerak lagi menuangkan
Pekat pewarna menjadi bentuk
Seindah alunan kecantikan alami
Yang kau bawa serta menjadi bulat
Dalam setiap denting nada-nada
Bersama jarimu yang lentik itu
Percik demi percik dari ujung kuas
Turut melepas suara seperti liar
Burung betet dialamnya
Keluar dari semak mencari kehangatan dibawah kaki langit
Terbuka cahaya matahari tanpa ada
Penghalang sinarnya membelai bulu-bulunya hingga ke badannya
Lincah lalu terbang kembali kepada tempatnya ia akan menghabiskan malam
Tampilmu menjadi tenaga yang menggerakkan dari kejauhan, jauh dari cara matamu melihat
Hanya tangan inilah yang terbawa menarikan bentuk imaginasi yang seperti pernah menghilang dan kini laksana terbang kembali menjadi teman menggoreskan lukisan kenangan - kenangan terindah yang tak akan musnah seperti pelepah yang cepat membusuk
Rabu, 06 Mei 2020
Cakrawala Hati
Cakrawala Hati: Awan di atas sana seakan terpaku memandangku Atau badaikah yang tengah menuntun langkahku ini Mungkinkan semua ini dalam kisah sang...
Selasa, 05 Mei 2020
Petasan
Meletup suara itu
Pernah memberikan
Sebuah kejutan sesaat
Ditengah kemeriahan
Yang sebenarnya ditunggu
Kini kusadari kilas peristiwa
Bukanlah karena suara letup
Yang ditunggu mengisi hari
Agar gelegar mengenang arti
hari itu lengkap sebagaimana
berlangsung sepanjang musim
Ternyata ada suasana hati
Yang sedang melayang jauh
Dari tempatnya berpijak saat itu.
Senin, 04 Mei 2020
Langganan:
Postingan (Atom)
bottom ads
Oktaf Tak Sampai, Tapi Cinta Melampaui
Oktaf Tak Sampai, Tapi Cinta Melampaui Suaraku mungkin sudah melanglang buana, mengetuk jutaan telinga di panggung-panggung megah, tapi di h...
-
Open the Windows Bertanyalah pada kehangatannya Ia memiliki apa yang kau cari... Jangan salah engkau membawa, Kepadaku arah tanya .... In...
-
Itu baru sama ia menyela seperti juga kemarin ia perlakukan dengan baik memberi hiburan tidak mau ia ikutan sekedar ramaian apalagi membuang...
-
Seorang anak pernah mengajak ayahnya berhenti di sebuah toko alat musik. Ia sangat ingin tahu tentang bagaimana ayahnya bisa memainkan beb...



