Tampilkan postingan dengan label bertanya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bertanya. Tampilkan semua postingan
Kamis, 18 Juli 2019
Arah Angin
Takaran
Kini ku mencarinya
Untuk siapa lagi
Jika ruang jawab
Menanti adanya isi
Dari terbukanya dua tangan
Searah angin padanya dituju
Sepenuh apa genggam
Walau lebar terbuka
Tetap wujud tak bercerita
Arahlah yang masih bercerita
Lambat dan cepat juga terasa
Ini tak menakar apa-apa
Untuk ditampakkan
Bagi padamu cinta yang selalu mengerti.
Sabtu, 06 Juli 2019
Mata Cinta Berputar Arah
Ini hari yang kesekian tanpa hitungan, jika awal masih kau
pertanyakan. Serpihan hati ini bersuara lantang seperti keanehan jaman ia
mengarahkan suara yang terkadang terasa parau dan sumbang untuk membuatmu
sejenak menghentikan langkahmu jika kau sudah mampu tanpa ada lagi paksa.
Mengenali sebentuk tubuh bak menghimpit rapatnya pribadi menggugus lekat tanpa
bersapa dengan diksi negeri ini ; tanpa menama ia seperti makhluk tak berbahasa.
Gerigi yang berporos membawa lekat pekat lumuran licin merayap tanpa kenal
lelah menjejak tanpa melihat tumpu pada setiap pilihan minat terus melesat berbalik berlawan jika ia
punya hakikat kemanusiaan.
Dilipih seruang hati dambaannya untuk dipahatkan tanda
keaslian sapa dirinya menjauh dari semua mata yang menanti ingin mengerti.
Kedip mata tak selama bersin atau membuang upil pun telah menghilangkan
momentum terindah yang dapat diabadikan untuk melihatnya. Jika tak seperti
kilat dilangit ia bisa memberi kecemasan tak selayak bagi siapa yang pernah
mencoba ingin memberi kata mengapa pula harus terurung dan membiarkannya pergi
dengan segala kegundahannya.
Gambaran benang kusut mungkin dapat menjadi pilihan untuk
mengatakan lintas pijar larinya walau ini terlalu sederhana untuk disejajarkan
dengan keasliannya yang tak ingin diukir oleh alat ilmuwan dan rumus-rumus
keilmuannya. Mengapa bentuk dan rupa tetap disanjung dengan aneka pewarnaan
yang membuat semakin tak jelas apalagi untuk diraba dengan jari-jari tangan
penggenggam keuntungan-keuntungan pribadi yang terselubung dibalik kamuflase
kemanisan pasar-pasar semu yang menyatakan dirinya selalu terbaik dibalut
testimoni-testimoni murahan dan tanpa ada kesempatan sanggah bagi mereka yang
hanya bisa dan boleh terdiam.
Langganan:
Postingan (Atom)
bottom ads
Oktaf Tak Sampai, Tapi Cinta Melampaui
Oktaf Tak Sampai, Tapi Cinta Melampaui Suaraku mungkin sudah melanglang buana, mengetuk jutaan telinga di panggung-panggung megah, tapi di h...
-
Open the Windows Bertanyalah pada kehangatannya Ia memiliki apa yang kau cari... Jangan salah engkau membawa, Kepadaku arah tanya .... In...
-
Itu baru sama ia menyela seperti juga kemarin ia perlakukan dengan baik memberi hiburan tidak mau ia ikutan sekedar ramaian apalagi membuang...
-
Seorang anak pernah mengajak ayahnya berhenti di sebuah toko alat musik. Ia sangat ingin tahu tentang bagaimana ayahnya bisa memainkan beb...

