Tampilkan postingan dengan label hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hati. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Juni 2021

Pahatan Melodi

Kapan lagi...
pernah remang tanya selembut
semilir angin mendekat
Tak perlu memberikan
sepercik api
di tempat itu yang kini
berwajah tandus
Sayat  dawai itu
getar nyanyian tua
Jiwanya yang menyelubung
biola tua
Yang pernah meredam
luluh lantah angkara
bertubi tanpa wajah
merampas adat dengan
nafsu kebrutalan beringas
tanpa mengerti arti welas
Gadis-gadis beringus
pernah tergambar oleh sendunya
langit meratap
tanpa sentuhan terampas
sisa langkah tumbuhnya
Goyang gemulai pada tiap titian
langkah anugerah leluhur
menyisa desahan gerus berimbas
Dada berpaling menjauh 
bertebal pelapis alas
Tempat jantung hatinya terbias
para pemerhati yang memahatkan
kesetiaan tanpa batas di atas setiap ruas
Sebagai penanda kepada setiap pelintas
Bahwa ia akan tetap memberi murninya nafas
Adiluhung kesejatiannya kepada yang dipilihnya......


Rabu, 17 Juni 2020

STRUM of Sound TEJA


Kuntum yang mekar itu
Kemurnian rimba miliknya
Kubiarkan ia pada tempatnya

Wangi tubuhnya
Wujud nyatanya yang datang
Welas yang lembut sosoknya




Segemulai langkah hatinya
Seiring niat suci jiwanya
Sambut semua sapa mendekat

Utuh untuk ada dalam satu indahnya rasa hati yang semakin bening.



Minggu, 14 Juli 2019

Bukan Jawaban


lukisan kopi

Matamu yang sedang tertuju pada pencariannya sendiri
Akan ada kesia-siaan melanjutkan rangkaian kata tanpa makna ini
Tak kan ada jawab yang akan didapat  untukmu yang datang dalam tanya
Tak ada kisah tentang urai janji yang terselip dalam tinta ini
Jemari ini hanya ingin melukis cintanya yang tak berwajah mengeja cintanya dari detak dan hasrat hatinya yang selalu datang dalam ketulusan
Bukan untuk dimengerti saja namun telah lama terbiarkan terinjak-injak menjadi pijakan tanpa ada nama terabaikan baginya
Ulir getar sisa tinta ini hanya ingin menggambar cintanya yang tak bisa mengelak ketika semua yang diberikan harus kembali lagi dan terkadang harus lebih menyesakkan tatkala yang akan diberikan pun sudah harus kembali lagi
Melukis dalam kisah wajah cintamu yang menemani waktumu itu hanya terdiam menatap dalam kelembutan menunggumu hingga saatnya bisa mengerti
...


bottom ads

Oktaf Tak Sampai, Tapi Cinta Melampaui

Oktaf Tak Sampai, Tapi Cinta Melampaui Suaraku mungkin sudah melanglang buana, mengetuk jutaan telinga di panggung-panggung megah, tapi di h...