Bagaimana lagi
Untuk bisa katakan
Inti dan maksud hati
Dengan lukisan beku
Saat tanpa getar nada
Hingga tiba barisanmu
Yang datang menjadi satu
Simphoni terindah menyapa
Hingga jari ini dapat memulai
Bergerak lagi menuangkan
Pekat pewarna menjadi bentuk
Seindah alunan kecantikan alami
Yang kau bawa serta menjadi bulat
Dalam setiap denting nada-nada
Bersama jarimu yang lentik itu
Percik demi percik dari ujung kuas
Turut melepas suara seperti liar
Burung betet dialamnya
Keluar dari semak mencari kehangatan dibawah kaki langit
Terbuka cahaya matahari tanpa ada
Penghalang sinarnya membelai bulu-bulunya hingga ke badannya
Lincah lalu terbang kembali kepada tempatnya ia akan menghabiskan malam
Tampilmu menjadi tenaga yang menggerakkan dari kejauhan, jauh dari cara matamu melihat
Hanya tangan inilah yang terbawa menarikan bentuk imaginasi yang seperti pernah menghilang dan kini laksana terbang kembali menjadi teman menggoreskan lukisan kenangan - kenangan terindah yang tak akan musnah seperti pelepah yang cepat membusuk