Senin, 25 Mei 2020

Dibalik awan mimpikah?


Untuk siapa lagi
Mereka menyembunyikan tanya 
Pentingkah kedatangannya di sana 
dan haruskah sebanyak itu barisannya
Tanya kerumunan urung terjawab 
Karena matanya hanya melihat raga
Yang dipinjam oleh jelita fajarnya
Untuk menjemputnya serta
Yang dipercaya oleh kedalaman hatinya memainkan melodi indah di sana
Cara yang tak ingin envision khalayak
Di tempat yang orang tak pernah tahu
Negeri dongeng yang memantulkan
Bias-bias suara arti kebebasan
Yang dilukis tanpa berbingkai
Di dekat bening aliran sungainya
Yang meliuk liuk dari bukit hijau
Tempat imaginasi sang maestro
Memainkan senyawa rupa berbalas
Menatap para bidadari-bidadari
Mewadahkan saji dalam cawan-cawan
Mencantikkan sejuknya alam
Yang sedang ditaburi wewangian
Oleh mekarnya bunga -bunga alam.
Dari tempat yang tinggi ia memandang
Dan raga yang dipilihnya mewadahkan
Kisah daun daun itu bukan untuk siapa
Karena ia tak ingin bicara tentang ini.







Selasa, 19 Mei 2020

Walau Engkau Jauh



Bagaimana lagi
Untuk bisa katakan
Inti dan maksud hati
Dengan lukisan beku
Saat tanpa getar nada
Hingga tiba barisanmu
Yang datang menjadi satu
Simphoni terindah menyapa
Hingga jari ini dapat memulai
Bergerak lagi menuangkan
Pekat pewarna menjadi bentuk
Seindah alunan kecantikan alami
Yang kau bawa serta menjadi bulat
Dalam setiap denting nada-nada
Bersama jarimu yang lentik itu
Percik demi percik dari ujung kuas
Turut melepas suara seperti liar
Burung betet dialamnya
Keluar dari semak mencari kehangatan dibawah kaki langit
Terbuka cahaya matahari tanpa ada
Penghalang sinarnya membelai bulu-bulunya hingga ke badannya
Lincah lalu terbang kembali kepada tempatnya ia akan menghabiskan malam
Tampilmu  menjadi tenaga yang menggerakkan dari kejauhan, jauh dari cara matamu melihat
Hanya tangan inilah yang terbawa menarikan bentuk imaginasi yang seperti pernah menghilang dan kini laksana terbang kembali menjadi teman menggoreskan lukisan kenangan - kenangan terindah yang tak akan musnah seperti pelepah yang cepat membusuk

Rabu, 06 Mei 2020

Cakrawala Hati

Cakrawala Hati: Awan di atas sana seakan terpaku memandangku Atau badaikah yang tengah menuntun langkahku ini Mungkinkan semua ini  dalam kisah sang...

Selasa, 05 Mei 2020

Untung Ada Kamu


Tersesatkah.....
Oh tidak
Ini hanya berubah
Tempat ini bagai kukenali
Lupa kapan ada do sini

Ah itu dia
Kamu yang kuingat
Meyakinkan kaki ini
Mengarah pada tempatnya
Terbuka ingatan karenamu
Sebuah fakta yang boleh
Kusebut saja pemberi keberuntungan

Petasan


Meletup suara itu
Pernah memberikan 
Sebuah kejutan sesaat 
Ditengah kemeriahan 
Yang sebenarnya ditunggu 
Kini kusadari kilas peristiwa 
Bukanlah karena suara letup 
Yang ditunggu mengisi hari 
Agar gelegar mengenang arti
hari itu lengkap sebagaimana 
berlangsung sepanjang musim 
Ternyata ada suasana hati
Yang sedang melayang jauh 
Dari tempatnya berpijak saat itu.

Selasa, 21 April 2020

Aduhai KU Tanya


Tanpamu aku bertanya 
Hanya kepada angin 
Yang sedang berhembus 

Engkau lalu berlalu 
Ya..... begitu saja
Bagai menjauh jarak 

Juga tanpa meninggalkan pesan

bottom ads

Oktaf Tak Sampai, Tapi Cinta Melampaui

Oktaf Tak Sampai, Tapi Cinta Melampaui Suaraku mungkin sudah melanglang buana, mengetuk jutaan telinga di panggung-panggung megah, tapi di h...