laju ia mengurungkan niat;
disadarkan akoleh hal lain ,
yang kemudia ia namakan peristiwa kecil;
walau ada arti yang kin ia pertanyakan.
katanya, memang harus diterima
ia tak mampu lagi mengandalkannya
seorang yang pernah selalu diacungi
ibu jari dengan pembubuh aneka macam
penghias sebagai kagum atau sanjungan,
tanpa pernah menyadari
kelak hanya dipandang sebelah mata,.
seoal tidak mengenali pola rasa saat bersama
berbagi banyak hal mengisi hari gelap dan siang
kini semua tentangnya, selalu pencapaian....
dikira kita orang tidak merasa capai,
kadang juga merasa sapek;
yang lebih menohok ketika yang didengatnya
hanya yang paling menguntungkannya;
kembali rasanya ia ingin mereview
semua acungannya
juga seluruh timbunan sanjungannya
dulu yang pernah dibikinnya;
namun untuk apa pula?
yang dia baca kini hanya posisinya
takut ia untuk kembali pada masa lalu
;;;;;;;
Tidak ada komentar:
Posting Komentar