Minggu, 05 Juli 2020

Maklumat Sekuntum Gambar


Hentikan matamu memandang
setiap guratan dan tetes-tetes warna dan  gumpal percikan di kanvas ini.
Pudar tak akan dibuat karena lamamu berada mengeja semua arti. Masih ada wangi bunga yang dapat kau hirup kisahnya dalam diammu sejenak
jika kupinta dalam diammu....



Erat putaran itu
Jika kau tahu adalah lilit mengekang taburan kuncup-kuncup terindah
kukisah padamu tanpa untai umpat
mengata kebebalan yang dipertahankan
demi ukuran dan kaidah kepalsuan yang katanya tanpa rekayasa


Tak ada penanya bermulut besar pernah berani mendekat datang
Juga tak ada jawab bersahut demi kesiasiaan bicara pada dagingnya yang dibalut seragam tanpa guna memberi jawaban bisa balikkan maksud dibuat
Tuangan demi tuangan ini hanya berteman ikatan rambut meratakan sapu arah rasa hatinya
yang acap berlumur oleh rekat kekentalan idialisme yang mengubur tumbuhnya alam pikir sadarnya oleh gunung-gunung kesempurnaan diri pada pengetahuan estetika.... bah... kosong katanya orang hanya bisa ngomong tsnpa mau bicara salut pada sisi hidungnya yang berair



Maafkan kegilaan ini bila merunut tataran ubunmu tanpa membawa bilah tertajam pengupas
buah-buah kesukaanmu yang kini diubah musim gurun...
Konyol tidak harus memalukan karena telah lama kukisah itu semua
Tentang kapsul baja berongga penuh lengkung pandangan berkaca
berhalaman bintang-bintang dilangit ......


Menit dan detik bersanding menanda hitungan
Jelajah tak sejauh kiprah dan bagian demi bagian ditanya harus berubah
membawaku kembali untuk mengatakan maaf dam bahasa terdalam agar menyusup
sejatinya maksud  kembali menjadi kementahan 
Bergelantungnya waktu langit tak pelak  membarakan kembali
tuangan itu dipilih oleh merahnya suhu yang telah menitiskan bentuk.....


tempatmu kau tahu pasti
tidak dengannya yang meluncur dari ketinggian menghampiri kisah ini
Cara genggam keras tangan berotot tak akan mengonggong memberikan sapa
rupa kulit mengeras ditempa sengatan surya membubuh asam pandangannya
mengundang geram dan debaran  dada bertabur pedas tanpa bergaram tabur
laut tidak akan mengering dihemat kegilaan perintah hati yang baru mengerti
hingga bisik maaf terjerembap menutup warna suara yang semakin parau


rasa haru segera berlalu tanpa gendang yang bertalu-talu
malam sudah sangat larut untuk menambah banyak cakap 
pintu-pintu  dan jendela yang dijumpa sudah ditutup para penghuni
begitu katanya yang telah jauh menempuh sebuah profesi buruh
Seluk beluk keilmuan direngkuh dibatas kehabisan definisinya
Saat ditanya ditimbal tutup katanya berani bertaruh..... 



Gesekan demi gesekan melahirkan
Sebuah gambaran benda itu
tepat sekali
Batu itu semakin menipis dan halus
Semakin tampak indah warnanya
Berkilau seperti logam yang selalu membelainya
Denting suara nyaring kukenali muasal dan kualitas bisa terlintas
Seperti setiap goresan-goresan lukisan yang ditarik grafitasi bunga-bunga asmara .....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

bottom ads

Oktaf Tak Sampai, Tapi Cinta Melampaui

Oktaf Tak Sampai, Tapi Cinta Melampaui Suaraku mungkin sudah melanglang buana, mengetuk jutaan telinga di panggung-panggung megah, tapi di h...