Senin, 20 Juli 2020

Kecupan







Selasa, 14 Juli 2020

Ngasal >>>

Lihat apa adanya
Dengan jernih ahatimu
Dia punya rasa rindu untukmu
juga
cara ia memaknai
sekitarmu menjadi istimewa
Juga melindungi bagian terbaik
dari dirimu yang layak untuk dijaga.
Iringannya sejalan dengan setiap langkah
Yang terbuka bagi setiap tembang kebaikan hatimu.




Minggu, 05 Juli 2020

Maklumat Sekuntum Gambar


Hentikan matamu memandang
setiap guratan dan tetes-tetes warna dan  gumpal percikan di kanvas ini.
Pudar tak akan dibuat karena lamamu berada mengeja semua arti. Masih ada wangi bunga yang dapat kau hirup kisahnya dalam diammu sejenak
jika kupinta dalam diammu....



Erat putaran itu
Jika kau tahu adalah lilit mengekang taburan kuncup-kuncup terindah
kukisah padamu tanpa untai umpat
mengata kebebalan yang dipertahankan
demi ukuran dan kaidah kepalsuan yang katanya tanpa rekayasa


Tak ada penanya bermulut besar pernah berani mendekat datang
Juga tak ada jawab bersahut demi kesiasiaan bicara pada dagingnya yang dibalut seragam tanpa guna memberi jawaban bisa balikkan maksud dibuat
Tuangan demi tuangan ini hanya berteman ikatan rambut meratakan sapu arah rasa hatinya
yang acap berlumur oleh rekat kekentalan idialisme yang mengubur tumbuhnya alam pikir sadarnya oleh gunung-gunung kesempurnaan diri pada pengetahuan estetika.... bah... kosong katanya orang hanya bisa ngomong tsnpa mau bicara salut pada sisi hidungnya yang berair



Maafkan kegilaan ini bila merunut tataran ubunmu tanpa membawa bilah tertajam pengupas
buah-buah kesukaanmu yang kini diubah musim gurun...
Konyol tidak harus memalukan karena telah lama kukisah itu semua
Tentang kapsul baja berongga penuh lengkung pandangan berkaca
berhalaman bintang-bintang dilangit ......


Menit dan detik bersanding menanda hitungan
Jelajah tak sejauh kiprah dan bagian demi bagian ditanya harus berubah
membawaku kembali untuk mengatakan maaf dam bahasa terdalam agar menyusup
sejatinya maksud  kembali menjadi kementahan 
Bergelantungnya waktu langit tak pelak  membarakan kembali
tuangan itu dipilih oleh merahnya suhu yang telah menitiskan bentuk.....


tempatmu kau tahu pasti
tidak dengannya yang meluncur dari ketinggian menghampiri kisah ini
Cara genggam keras tangan berotot tak akan mengonggong memberikan sapa
rupa kulit mengeras ditempa sengatan surya membubuh asam pandangannya
mengundang geram dan debaran  dada bertabur pedas tanpa bergaram tabur
laut tidak akan mengering dihemat kegilaan perintah hati yang baru mengerti
hingga bisik maaf terjerembap menutup warna suara yang semakin parau


rasa haru segera berlalu tanpa gendang yang bertalu-talu
malam sudah sangat larut untuk menambah banyak cakap 
pintu-pintu  dan jendela yang dijumpa sudah ditutup para penghuni
begitu katanya yang telah jauh menempuh sebuah profesi buruh
Seluk beluk keilmuan direngkuh dibatas kehabisan definisinya
Saat ditanya ditimbal tutup katanya berani bertaruh..... 



Gesekan demi gesekan melahirkan
Sebuah gambaran benda itu
tepat sekali
Batu itu semakin menipis dan halus
Semakin tampak indah warnanya
Berkilau seperti logam yang selalu membelainya
Denting suara nyaring kukenali muasal dan kualitas bisa terlintas
Seperti setiap goresan-goresan lukisan yang ditarik grafitasi bunga-bunga asmara .....

D AY U


Tidak tahu 
Mengapa kedatanganmu 
Telah memabukXkan m
Keadaan yang.biasa 
Berubah sudah 
Indah suasana kini 
Penuh ceria warna 
Dihidupi pula 
Cahaya yang datang 
Dengan hangat 

Sentuhan pandang 
Menampakkan jelas 
Hari demi hari 
Arti dan makna kata 
Kecantikan diri 
Yang terucap karena 
Ada cinta yang elok 
Dihati memberi 
Hidup semakin berasa 





Selasa, 23 Juni 2020

Condong


 
Ya seperti itu 
Urai belum lengkap
Dapat dieja pendengar
Kelihatan nampak bukan nyanyian
Gemerisik dan bergemuruh
Jika dinamai nada pun tidak berbentuk
Lebih tepat bila dinamai ranting
Dan dedaunan yang bergerak
Oleh tenaga yang belum juga tampak
Wujud badan bertenaga mampu menggerakkannya hingga dalam gerak
Semua ranting dan dedaunan itu
Telah mengubah bentuk yang tegak  menjadi tak beraturan seperti sedia kala
Untuk menggambarkannya dengan jendela pahaman  dalam dibayangkan sebagai
Ketidakberaturan arah yang miring kesana lemari arah condongnya walau tak tercerabut dengan akar- akarnya sehingga dapat dibayangkan besaran energi atau kekuatan yang diperlukan untu melakukannya
Jika hanya melewati mungkin ada jejak lain para tempat- tempat yang dilaluinya atau kisah  yang didengar yang sepadan dengan peristiwa yang terjadi di tempat itu. Mengapa pula mengingin tahu akan hal itu?


Senin, 22 Juni 2020

Rentang


Mencoba mengenali 
Jarak jatuhnya
Atau datangnya
Suara yang datang itu
Walau tidak keras
Nyata sekali bagaimana
Ia terus menerus
Biar tidak deras
Nyata ia melembabkan
Asal dari atas
Menuju tempat
Bagaimana alam adanya
Memiliki hukumnya
Tak ada guna menghalang
Tak akan mampu dihitung
Bintik tanpa hitungan
Menghampiri yang terbuka
BerDada pada tempat datangnya
Suhu menjauh dari ketinggian
Menyambung hukum sebab akibat
Panggilan dinyanyikan
Seantero pemilik hidung
Menidurkan mata -mata yang
Terkantuk-kantuk dijaga utuh
Saat pekatnya malam digadang
Melilitkan selempang penanda
Tanpa orang meminta ruang singgah
Tempat lebur kebanggan Dominican lagi.



Minggu, 21 Juni 2020

Ngawur >>

Tolong berikan
Sebuah judul >>
Kepadamu kuminta
Ada yang terbaik
Melekat di sana
Bukab sebagai penghias saja
Bukan tak bermakna

Tolong berikan
sedikit
Sentuhan untuknya nanti
agar ada bentukan arah
Dari mula awal cerita

bottom ads

Oktaf Tak Sampai, Tapi Cinta Melampaui

Oktaf Tak Sampai, Tapi Cinta Melampaui Suaraku mungkin sudah melanglang buana, mengetuk jutaan telinga di panggung-panggung megah, tapi di h...