Senin, 18 Januari 2021

Enakkan Caramu





ini berulang sapamu 
ungkapan rasa yang tak perlu
untuk dibendung atau dibiarkan
menyatakan arti besarnya kaubuka
pintu yang telah lama terkunci untuk dimasuki


atau dinama sebuah sensasi
erangan nyanyian ketakutan diri
melalui gelap malam digoda bunyi
ini lantunan sejati rontanya cinta bernada



mata yang telah terkatub
hasrat yang dibuai cinta mengangguk
lupa dipeluk eratnya   suasana kantuk
oh ini selaras tautnya bagian alegreto utuh
utuh dayu hembusan kau buat telah disenandungkan

Senin, 11 Januari 2021

Mengulur Ingatan....

Seduhan ronde penghangat
Tidak segelap kopi lusa
Yang terhidang dengan menu
Yang dikata ada yang gondrong
Kelakar musiman orang bercanda

Bebas di ruang terbuka
Jauh dari belenggu keangkeran teori
Kudengar sangat serampangan
Hiasan anak-anak kalimat
Bukan utama untuk dipertahankan
Biar ia jadi telunjuk yang kekar
menunjuk tepatnya arah....

Sahut tawa menggemuruhkan
menjuruskan tanda ada di dengar
Arti diletakkan sejauh bisa menjulur
tanpa sadar kita terantuk
dan elak kita semua dibilang mabuk
dihamparan luas indahnya rumput 
sudah tak tampak kotoran ....
binatang tak jadi berlari-lari..
ingin ikut tawanya manusia itu....


Haus Sapa



Pernah kita bicara
Untuk tetap bisa
Setiap saat bersapa


Saat semua memanjat
Keadaan yang kau lihat
banyak yang bilang berat
Yakinlah kita kan tetap dekat

Kamis, 07 Januari 2021

harus dimana ?



ia tidak melarang
hanya bertanya kepadamu
kemana arah suara itu

tidak untuk dibuang kan?
hanya sekali ia meyakinkan
wajahnya dianggap
hanya dianggap sebagian
telah jauh menghilang

itu artinya
ada sebagian yang
masih bisa menampakkan
tangannya bicara
seperti dapat juga
memberi aba-aba

baru akhirnya
yang bisa sadari
oleh yang lainya
agar tahu dimana tempat
meletakkan di dalam
ruang singgah sana
tempat dimana setiap orang
tidak mungkin dapat melihatnya

oh
begitu
biarlah aku mendengarnya
peemainannya yang aduhai memberi
pukau semua mata dibikin terkagum....


Jumat, 01 Januari 2021

Tidur Aja

Ingin kukatakan lagi
menjelang tidur
saat itu
seperti mengulang
apa yang terlihat
bukan hanya dedaunan
pucuk-pucuk pinus
yang dijadikan nyanyian

Lantunan yang tiba-tiba
kau lontarkan
bagai penguasa mimbar
tanpa ada yang menduga
hingga semua wajah berpaling
tertuju hanya padamu

tanpa canggung
juga keeraguan
batang-batang pinus
yang tadinya berdiam
tampak menarikan tubuhnya
semakin kentara setiap lekuk
kulitnya yang berumur
......
rumput-rumput yang tampak hanya tidur
dan pasrah diinjak-injak
pun beranjak bersama bunga-bunganya
yang nyaris layu.....




Jumat, 18 Desember 2020

Tinggal Penaut

Melayang selembar tissue
Angin meliukkan keringanannya...
Menyapu usai melayang
Pendaratannya pada debu-debu
Jalanan kumuh...
Seakan dijadikannya
Ruang landas bebasnya...
Tanpa ada iba merana dirasakannya

Jajaran panjang 
Sudah dikata menekuk untuk
Tiada mau sedikit
Ambil pusing pada cerita
Tissue yang terlepas darinya
Sang empunya usapan
Beringasnya pengeluaran tersembur
Direlakan padanya yang terbang........

Akankah ia berhenti
Pada suatu saat dan suatu waktu
Akan menjadi tanya yang panjang
Jika saja
Tegar berdiri menjulangnya
Tiang listrik itu tidak di sana
Rela menjadi tempat hentinya
Penaut dirinya hingga mengering
Oleh kehangatan sepanjang hari
Cerahnya langit.....

bottom ads

Oktaf Tak Sampai, Tapi Cinta Melampaui

Oktaf Tak Sampai, Tapi Cinta Melampaui Suaraku mungkin sudah melanglang buana, mengetuk jutaan telinga di panggung-panggung megah, tapi di h...