Minggu, 17 Januari 2021
Senin, 11 Januari 2021
Mengulur Ingatan....
Seduhan ronde penghangat
Tidak segelap kopi lusa
Yang terhidang dengan menu
Yang dikata ada yang gondrong
Kelakar musiman orang bercanda
Bebas di ruang terbuka
Jauh dari belenggu keangkeran teori
Kudengar sangat serampangan
Hiasan anak-anak kalimat
Bukan utama untuk dipertahankan
Biar ia jadi telunjuk yang kekar
menunjuk tepatnya arah....
Sahut tawa menggemuruhkan
menjuruskan tanda ada di dengar
Arti diletakkan sejauh bisa menjulur
tanpa sadar kita terantuk
dan elak kita semua dibilang mabuk
dihamparan luas indahnya rumput
sudah tak tampak kotoran ....
binatang tak jadi berlari-lari..
ingin ikut tawanya manusia itu....
Haus Sapa
Pernah kita bicara
Untuk tetap bisa
Setiap saat bersapa
Saat semua memanjat
Keadaan yang kau lihat
banyak yang bilang berat
Yakinlah kita kan tetap dekat
Kamis, 07 Januari 2021
harus dimana ?
ia tidak melarang
hanya bertanya kepadamu
kemana arah suara itu
tidak untuk dibuang kan?
hanya sekali ia meyakinkan
wajahnya dianggap
hanya dianggap sebagian
telah jauh menghilang
itu artinya
ada sebagian yang
masih bisa menampakkan
tangannya bicara
seperti dapat juga
memberi aba-aba
baru akhirnya
yang bisa sadari
oleh yang lainya
agar tahu dimana tempat
meletakkan di dalam
ruang singgah sana
tempat dimana setiap orang
tidak mungkin dapat melihatnya
oh
begitu
biarlah aku mendengarnya
peemainannya yang aduhai memberi
pukau semua mata dibikin terkagum....
Jumat, 01 Januari 2021
Tidur Aja
Ingin kukatakan lagi
menjelang tidur
saat itu
seperti mengulang
apa yang terlihat
bukan hanya dedaunan
pucuk-pucuk pinus
yang dijadikan nyanyian
Lantunan yang tiba-tiba
kau lontarkan
bagai penguasa mimbar
tanpa ada yang menduga
hingga semua wajah berpaling
tertuju hanya padamu
tanpa canggung
juga keeraguan
batang-batang pinus
yang tadinya berdiam
tampak menarikan tubuhnya
semakin kentara setiap lekuk
kulitnya yang berumur
......
rumput-rumput yang tampak hanya tidur
dan pasrah diinjak-injak
pun beranjak bersama bunga-bunganya
yang nyaris layu.....
Jumat, 18 Desember 2020
Tinggal Penaut
Melayang selembar tissue
Angin meliukkan keringanannya...
Menyapu usai melayang
Pendaratannya pada debu-debu
Jalanan kumuh...
Seakan dijadikannya
Ruang landas bebasnya...
Tanpa ada iba merana dirasakannya
Jajaran panjang
Sudah dikata menekuk untuk
Tiada mau sedikit
Ambil pusing pada cerita
Tissue yang terlepas darinya
Sang empunya usapan
Beringasnya pengeluaran tersembur
Direlakan padanya yang terbang........
Akankah ia berhenti
Pada suatu saat dan suatu waktu
Akan menjadi tanya yang panjang
Jika saja
Tegar berdiri menjulangnya
Tiang listrik itu tidak di sana
Rela menjadi tempat hentinya
Penaut dirinya hingga mengering
Oleh kehangatan sepanjang hari
Cerahnya langit.....
Sabtu, 12 Desember 2020
Manis Datangmu...
Mengendap-endap bukan yang kau butuhkan
Untuk itulah kedatanganmu
Kutahu sudah dari senyummu
Menyambut uluran tangan untuk bersama
Menyambut juga melanjut sambungan
Setiap gerak yang mengalir
Gambar kebebasan hati
Menyelaraskan keindahan
Membangun nuansa baru
Keelokkan yang tak selurus garis
Bayangan kita membebaskan langkah.....
manis sejak datangmu hingga usai....
Langganan:
Postingan (Atom)
bottom ads
Oktaf Tak Sampai, Tapi Cinta Melampaui
Oktaf Tak Sampai, Tapi Cinta Melampaui Suaraku mungkin sudah melanglang buana, mengetuk jutaan telinga di panggung-panggung megah, tapi di h...
-
Open the Windows Bertanyalah pada kehangatannya Ia memiliki apa yang kau cari... Jangan salah engkau membawa, Kepadaku arah tanya .... In...
-
Itu baru sama ia menyela seperti juga kemarin ia perlakukan dengan baik memberi hiburan tidak mau ia ikutan sekedar ramaian apalagi membuang...
-
Seorang anak pernah mengajak ayahnya berhenti di sebuah toko alat musik. Ia sangat ingin tahu tentang bagaimana ayahnya bisa memainkan beb...