Di kesunyian lembah
Siang dan malam yang berlalu
Bagai punya cerita tanpa beda
Keduanya telah menjadi sebuah tempat
Lalu kunamai saja ruang penantian
Walau ukuran yang ada tanpa berbatas.
Terangkai jaman penguat pijakanmu sendiri yang tak akan punya cerita kehilangan kelembapannya.
Dongak dan berkepal kuas kuas
Tanpa pewarna mengusap tanpa berbekas
Bayangan semu cara pikir ada berbibir
Lukisan itu gerak tangan tanpa berbadan
Garis datar ditekuk kepongahan tabir
Dalam lagu panglipur menyeruakkan tanya
Ia ditidurkan oleh laju kencang jaman
Maestro pun tetap ingin melongo
Oh...
Sekaleng susu
Disodorkan tanpa kutanya
Ia tanpa bicara
Tentang susunya
Ia tak ada berisi susu
Cat itu .
Akhirnya tiba juga
Lukisan kini berbentuk
Maestro juga melongo
Kemudian juga masih
Tetap berujar sederhana
Oh.....
.