dari jauh engkau memandang
Jemari kecil

Malu hati kecil
saat hatinya terbelah
oleh suara denting nada
yang menjadi kesayanganmu
kenangan kita saat itu
kelucuan dan kepolosan
Cara kita menuangkan galau
karena riuh rindu
hanya dipendam tanpa terucap
Akankah ada taburan
wangi candamu yang dulu
di padang dan taman kecil
tempat kita bersama
maaf...
aku tak bertanya
hanya ingin duduk
sejenak ada di dekatmu
juga mendengar senandungmu
yang dulu selalu mengisi hari-hari
yang kita lalui begitu saja
di tempat hati kita pernah tumbuh
diantara semut-semut kecil
lalu lalang belalang dan kupu-kupu
yang tanpa kusadari
engkau menyimpan rangkaian
cara indahmu tanpa
layak disebut sebuah bujuk rayu
mengertilah
saat itulah
ada sebuah lompatan kecil
dari ketulusanmu
yang tak pernah kulupakan
bahwa engkau tetap berhati
yang sangat mulia dapat kulihat
aku berlari
apalagi menghindar
untuk mengakui tentang dirimu
yang memang sangat berarti
Dalam perjalanan ini... dan esok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar