Sewot? Sama Sekali Tidak?
Tidak mengerti. Yah memang tidak mengerti kata yang kau
ucap. Butuh waktu lama untuk bisa mencerna maksud dari itu semua, juga meraba mengapa
keluar dari bibirmu. Keadaan telah membawa terlalu jauh untuk dibuat demikian
hingga harus merasa sewot. Jauh pergi itu bukan tanpa arti juga tempaan berani
melalui banyak terik hari demi hari yang
sudah sangat panjang; kata yang kau buat tidak meronakan pipi di depan banyak
orang yang hampir semuanya baru dijumpa.
Tempat ini sudah mengajarkan banyak cara bertahan, juga
dalam kesendirian. Singkirkan pandanganmu yang menyembunyikan ketakutan, dan
tak perlu mencoba mengatur kebebasan dengan pandangan sempitmu. Segalanya sudah
punya cara juga di sini di tempat engkau enggan untuk mendekat dengan sejuta alas
an, tandang jauh yang bagimu kesia-siaan
atau pemborosan dan rentetan argument murahan.
Biarlah tertepis jauh obrolan singkat yang mengganggu
langkah pagi, yang baru ingin beranjak
melangkahkan kaki ini tanpa terusik oleh pandanganmu yang mengusik niat
baik mengisi hari dengan kesinisan yang kata orang picik. Ini bukan bagian
rencanamu dan tak dapat itu komentar dinamai sebuah perhatian.
Lima menit berjalan sudah cukup menemukan kekuatan baru,
dari wajah orang kebanyakan yang tampak sepenuh hati mengolah kayu batangan.
Tajam matanya seperti menarik arah gerakan sebuah alat yang sesaat dalam
genggamannya hingga kemudian memutar tangannya yang tergenggam. Ketepatan
geraknya adalah sebuah wujud ketetapan
hatinya membuat bentuk. Bentuk yang mungkin kau sebut sebuah kekurangan atau
ketidaklengkapan dan bisa saja dapat memalukan. Tidak baginya yang empunya
rencana lebih, yang kemudian menambahkan banyak guratan-guratan penuh makna
pada sepotong kayu yang tadi utuh dan sedikit demi sedikit berubah bentuk.
Waktu tidak terasa mengamati suasana sudut tempat itu,
dengan peristiwa yang diabuat orang sederhana. Hari semakin terik namun enggan
rasanya melihat jam. Kuyakini saja hari itu sebagai hari yang sempurna seperti
hari-hari yang lain. Tak usah berlari dari keadaan pesan yang lama yang harus
berani diterima juga, bahwa sebuah karya besar atau yang sangat besar tetap
dimulai dari hal kecil yang ditetapkan dengan hati indah seperti yang terjadi
dan dapat dilihat sendiri ketika pagi yang indah ini telah membukakan salah
satu jendela cara berpikir orang yang tidak mengerti ini, setidaknya untuk bertambah sedikit
mengerti….. tanpa perlu mengagungkan perubahan kecil…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar