Sabtu, 19 September 2020

Who are you?


Sewot? Sama Sekali Tidak?

 

Tidak mengerti. Yah memang tidak mengerti kata yang kau ucap. Butuh waktu lama untuk bisa mencerna maksud dari itu semua, juga meraba mengapa keluar dari bibirmu. Keadaan telah membawa terlalu jauh untuk dibuat demikian hingga harus merasa sewot. Jauh pergi itu bukan tanpa arti juga tempaan berani melalui  banyak terik hari demi hari yang sudah sangat panjang; kata yang kau buat tidak meronakan pipi di depan banyak orang yang hampir semuanya baru dijumpa.

Tempat ini sudah mengajarkan banyak cara bertahan, juga dalam kesendirian. Singkirkan pandanganmu yang menyembunyikan ketakutan, dan tak perlu mencoba mengatur kebebasan dengan pandangan sempitmu. Segalanya sudah punya cara juga di sini di tempat engkau enggan untuk mendekat dengan sejuta alas an,  tandang jauh yang bagimu kesia-siaan atau pemborosan  dan rentetan argument murahan.

Biarlah tertepis jauh obrolan singkat yang mengganggu langkah pagi, yang baru ingin beranjak  melangkahkan kaki ini tanpa terusik oleh pandanganmu yang mengusik niat baik mengisi hari dengan kesinisan yang kata orang picik. Ini bukan bagian rencanamu dan tak dapat itu komentar dinamai sebuah perhatian.

Lima menit berjalan sudah cukup menemukan kekuatan baru, dari wajah orang kebanyakan yang tampak sepenuh hati mengolah kayu batangan. Tajam matanya seperti menarik arah gerakan sebuah alat yang sesaat dalam genggamannya hingga kemudian memutar tangannya yang tergenggam. Ketepatan geraknya  adalah sebuah wujud ketetapan hatinya membuat bentuk. Bentuk yang mungkin kau sebut sebuah kekurangan atau ketidaklengkapan dan bisa saja dapat memalukan. Tidak baginya yang empunya rencana lebih, yang kemudian menambahkan banyak guratan-guratan penuh makna pada sepotong kayu yang tadi utuh dan sedikit demi sedikit berubah bentuk.

Waktu tidak terasa mengamati suasana sudut tempat itu, dengan peristiwa yang diabuat orang sederhana. Hari semakin terik namun enggan rasanya melihat jam. Kuyakini saja hari itu sebagai hari yang sempurna seperti hari-hari yang lain. Tak usah berlari dari keadaan pesan yang lama yang harus berani diterima juga, bahwa sebuah karya besar atau yang sangat besar tetap dimulai dari hal kecil yang ditetapkan dengan hati indah seperti yang terjadi dan dapat dilihat sendiri ketika pagi yang indah ini telah membukakan salah satu jendela cara berpikir orang yang tidak mengerti  ini, setidaknya untuk bertambah sedikit mengerti….. tanpa perlu mengagungkan perubahan kecil…





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

bottom ads

Oktaf Tak Sampai, Tapi Cinta Melampaui

Oktaf Tak Sampai, Tapi Cinta Melampaui Suaraku mungkin sudah melanglang buana, mengetuk jutaan telinga di panggung-panggung megah, tapi di h...