Dalam kantuk beratnya
Ia menyisakan tenaga
Tuturnya sedikit melemah dan parau
Namailah tak jelas untuk bisa kau dengar
Yakin atau tidak untuk dimengerti
Seakan terserah kau punya mau
Jauh tempuh untuknya
Seperti kebanyakan yang lain
Mengejar cinta sejati yang dicari
Upaya disebut orang tak kenal lelah
Namun yang dijumpa pada akhir sebuah tanya
Mungkin akan kau sebut segera
Ia telah mendapatkan sebuah gerutu
Kesempatan yang dimilikinya telah ada
Mengapa hingga cintanya menutup pintu itu
Hanya bayangan dirinya yang tampak
Pada pantulan pembatas yang memisahkan
Ia dan cintanya yang kini perlahan menjauh
Tidak ada roda-roda berputar
tanpa penggerak di dekatnya mengantar
Tidak ada salam perpisahan terucap lagi untuknya
Hanya bayang kelembutan matanya sebelum pisah
dibalik pintu yang membatas pelarian hasratmu terhenti....
Terbayangkah saat itu
saat ia mengajakmu bicara.... hingga
ia seperti telah disembunyikan oleh tingginya langit berawan
namun tanpa sayap-sayap yang menarik roda-roda cintanya
Ah sudahlah
Jangan lagi percaya ....
Jika kau dimabukkan oleh orang yang tidak sadar
Apalagi dengar suara orang ngantuk setengah tidur itu ....
Bahwa kau tetaplah waras untuk beranjak jadi yang terbaik
atau jadi yang lebih baik lagi ...
Setidaknya untuk kamu sendiri dulu....