Sabtu, 15 Februari 2020

Buluh Perindu


Persilangan yang pernah mempertemukan
Pendapat yang lugas pernah kau katakan
Tak menyisa cerita yang melebihi anggukan
Kita sama-sama terhenti dan terdiam dibuatnya

Menimbang kekuatan nafas
Mengeja jangkau langkah maju
Yang masih ingin kita tapaki

Suara yang membuat kita terhibur
Sirna bagai terbang begitu cepatnya
Lembaran kisah ingin rasanya direkatkan
Menutup penyangga yang mengerat lekat
Oleh lilitan halus panjangnya rami
Menyatukan setiap titik sudut pertemuan

Asmara berbenang indahnya tembang
Seperti kata beruas banyak memutihkan gundah
Hingga hati mengangkasa bebas dan lepas
Tajam menatap kejauhan dengan rupa kebeningan
Telaga merupa wajah pantulan dan rupa sebagian
Sebening gelas utuh saat menghuni meja tuannya

Bertemunya batu-batu hitam itu kini telah melumat
Sisa pecahan dan serpihan mewujud debu halus
Lompatan bentuk baru diratakan kepekatan nyanyian
Dibawah terik dipenghujung hari kisah beradu tanya
Bentuk barunya meninggikan hasil mengibar warna
Peraduan menyisa kenangan siang  yang dilewati
Tanpa mendendam memutus jarak menggulung
Sisa kepenatan menjadi alas baring di kaki langit.

Sabtu, 01 Februari 2020

Cicak Merayap


Ruangan itu bicara,
Tiba-tiba memecah kesunyian
Bukan oleh tebalnya dinding-dinding tebal
Juga buka oleh langit-langitnya yang megah
Dan bukan pula oleh lantainya yang kemilau.

Ruangan itu bicara,
Dan menjadi didengar karena kedatangan
Seekor cecak yang rela merayap di dinding
Lalu ia berteriak dengan cara cecak sendiri
Sekalipun kecil keheningan menjadi terisi
Memenuhi seluruh ruangan yang sepi itu.

Cicak Merayap

Ruangan itu bicara
Tiba

Mirip Festifal






Mirip Festifal





Jumat, 31 Januari 2020

Harapan Kecil


Ranum buah itu
Menebar wewangian
Pintasan kaki-kaki
Panjang berbaris 
Tampak memberi bekas
Datang terundang angin
Yang menebar kabar
Cecap manis kesegaran
Dari yang ranum
Hingga yang masak
Hutan kecil dilereng bukit
Mengisah harapan
Pada hampaan ruang
Baginya menatap tumpuan
Hati yang merasa sakin kecil
Pada tempat yang istimewa itu.

Selasa, 28 Januari 2020

Satu Dawai


Urung tangan membawa
Usai belai pada dawai itu
Terhenti oleh kekosongan
Entah hilang atau putuskah
Sedingin keadaan bergeser
Mengeja satu yang mengubah
Keadaan bagai tak lengkap
Tanpa ia walaupun bagian
Bukan yang paling besar
Satu dawai mengurungkan
Niatan tangan membawa serta
Ia tetap tak kemana dibuatnya.

bottom ads

Oktaf Tak Sampai, Tapi Cinta Melampaui

Oktaf Tak Sampai, Tapi Cinta Melampaui Suaraku mungkin sudah melanglang buana, mengetuk jutaan telinga di panggung-panggung megah, tapi di h...