Sabtu, 06 Juli 2019
Mata Cinta Berputar Arah
Ini hari yang kesekian tanpa hitungan, jika awal masih kau
pertanyakan. Serpihan hati ini bersuara lantang seperti keanehan jaman ia
mengarahkan suara yang terkadang terasa parau dan sumbang untuk membuatmu
sejenak menghentikan langkahmu jika kau sudah mampu tanpa ada lagi paksa.
Mengenali sebentuk tubuh bak menghimpit rapatnya pribadi menggugus lekat tanpa
bersapa dengan diksi negeri ini ; tanpa menama ia seperti makhluk tak berbahasa.
Gerigi yang berporos membawa lekat pekat lumuran licin merayap tanpa kenal
lelah menjejak tanpa melihat tumpu pada setiap pilihan minat terus melesat berbalik berlawan jika ia
punya hakikat kemanusiaan.
Dilipih seruang hati dambaannya untuk dipahatkan tanda
keaslian sapa dirinya menjauh dari semua mata yang menanti ingin mengerti.
Kedip mata tak selama bersin atau membuang upil pun telah menghilangkan
momentum terindah yang dapat diabadikan untuk melihatnya. Jika tak seperti
kilat dilangit ia bisa memberi kecemasan tak selayak bagi siapa yang pernah
mencoba ingin memberi kata mengapa pula harus terurung dan membiarkannya pergi
dengan segala kegundahannya.
Gambaran benang kusut mungkin dapat menjadi pilihan untuk
mengatakan lintas pijar larinya walau ini terlalu sederhana untuk disejajarkan
dengan keasliannya yang tak ingin diukir oleh alat ilmuwan dan rumus-rumus
keilmuannya. Mengapa bentuk dan rupa tetap disanjung dengan aneka pewarnaan
yang membuat semakin tak jelas apalagi untuk diraba dengan jari-jari tangan
penggenggam keuntungan-keuntungan pribadi yang terselubung dibalik kamuflase
kemanisan pasar-pasar semu yang menyatakan dirinya selalu terbaik dibalut
testimoni-testimoni murahan dan tanpa ada kesempatan sanggah bagi mereka yang
hanya bisa dan boleh terdiam.
Kamis, 04 Juli 2019
luar kepala
hebatnya dikau
mengingat banyak hal
untuk dituangkan dalam
benang-benang sulam yang erat
semua tentang bayangan dicermin
menjadi sebuah lukisan terindah
tanpa menyisa setetes warna
termuat utuh dalam bentuk goresan
terbaik buah karya kenangan merupa
ingat melampaui ingatanmu sendiri
ulang mengulang tarian di atas kanvas
pada arah yang sangat engkau kehendaki
indahmu anugerah selayak syukur
yang pantas kaubawa mengutara
atau penjuru lain yang menyenangkanmu
tanpa harus menuntut sambutan sempurna
siapatah yang tak mendamba kesempurnaan
walau kita semua bagian dirinya
sadarnya kita tak selebar bingkai terbaik
dengan hasil karya termahal capaian itu
yang telah terpegang erat
seperti perangko dan materai
menyatu dalam album kenangan
pernah diminati seantero pencintanya.
siapa yang katakan
terkadang tidak selalu penting
engkau mengingat diluar kepalamu
biarkan sepi malam punya ceritanya sendiri.
tiga minggu
satu minggu ada tujuh hari
tiga minggu dua puluh satu hari
jika ayam menetas setelah dierami
dalam kurun waktu selama itu
maka telor ayam yang menetas
setelah dierami selama tiga minggu
berarti telor itu telor yang baik
sebaliknya apabila sudah tiga minggu
telor dierami belum menetas
telor itu tidak sama dengan yang lain
bisa jadi telor itu jadi telor busuk
yang sudah tidak layak untuk dimakan
oleh manusia tetapi masih bisa dibuang
atau dimanfaatkan untuk hal lain
misalnya untuk bahan makanan ikan.
bunga wangi
langkah pelancong kini semakin jauh
daratan berlalu dalam aneka sajian
keindahan memanjakan mata yang
menatap penuh kekaguman
sayang jika harus berkedip kelamaan
seakan-akan kehilangan momen sesaat
bagian keindahan tempat persinggahan
walau berkendara dan harus berlelah
menanjak dan menurun mengikuti roda
hingga sampai ia harus berhenti di sana
dan tak lagi harus melanjutkan putaran
roda-roda pembawa perbekalan
langkah tak harus terhenti
keinginan masih harus digenapi
melanjut arah dengan langkah kaki
pada sisi tebing yang alami
bagian terjal dan harus dititi
oleh kaki-kaki perindunya
belalak akan dibuat
oleh saji diujung daki
belai angin makin terasa
lembutnya semakin melekat di wajah dan
sepoi angin makin terasa dalam
terasa bagai tangannya langit yang dingin
ditambah wanginya rerumputan berembun
serta bunga-bunganya yang terasa murni alami
tanpa disadari baru terasa
ketika membuka mata
kaki sudah berada di ujung pulau
tanjung yang indah bertabur pesona
keadaan ini telah merontakan kerinduan
yang terpendam sangat dalam di dalam hati
hingga membubung kelangit
meninggi bak kabut putih menatap
hamparan pasir putih nan asri menawan hati.
suara bertalu
Bukan tentang hitungan
Berakali cinta telah membawa
Alam carita menjadi bagian
Pengisi suasana perjalan diri
Bertemunya aneka rupa peristiwa
Tak harus semua dalam ujaran dan kata
Untuk kuak dan kecap sesuka kehendak
Suara telah menjadi bagian
Celah dan tautan yang tak henti
Menjadikan senandung-senandung kecil
Menukarkan suasana dan menawarkannya
Air mengalir dan debur ombak
seperti indahnya jiwa musik penghuni
bertalu-talu beradunya batang-batang pohon
dan kekar bambu-bambu yang rimbun
mengiring tarian liuk lekuk sungai-sungai kecil
yang menuju tempatnya
Bening air tanpa cemar membasah
batu-batu hitam menjadi bagian lirih
mengasah keras bebatuan dengan desah
tanpa henti saat terang maupun gelap
juga senantiasa saat terik dan saat dingin
tersadar dan terbangun
cinta dibuat jadi mendengar
sapaan membisikkan keadaan yang ada
cara dan campur tangan menandakan
kehidupan dan bentuk langkah perubahan
tanpa wajah bahkan badan berdekatan
mengatakan tentang damba dan gaung yang tak boleh padam.
Langganan:
Postingan (Atom)
bottom ads
Oktaf Tak Sampai, Tapi Cinta Melampaui
Oktaf Tak Sampai, Tapi Cinta Melampaui Suaraku mungkin sudah melanglang buana, mengetuk jutaan telinga di panggung-panggung megah, tapi di h...
-
Itu baru sama ia menyela seperti juga kemarin ia perlakukan dengan baik memberi hiburan tidak mau ia ikutan sekedar ramaian apalagi membuang...
-
Open the Windows Bertanyalah pada kehangatannya Ia memiliki apa yang kau cari... Jangan salah engkau membawa, Kepadaku arah tanya .... In...
-
bingung itu bercampur tampak sekali di wajahnya menjadi tahu ia dengan diam tanpa suara menunjukkan dengan masih berdiri di sudut salah satu...




